Faktor Yang Mendorong Revolusi Industri

Revolusi Industri tidak terjadi begitu saja. Terdapat faktor yang mendorong revolusi industri. Faktor tersebut yang mendukung terjadinya perubahan dimasa revolusi industri. Faktor tersebut berupa revolusi diberbagai bidang yang membuat revolusi industri dapat berjalan dengan baik. Faktor-faktor tersebut antara lain :

Revolusi Agraria

Faktor penting dalam revolusi industri adalah terjadinya perubahan-perubahan dalam bidang pertanian yang disebut  sebagai revolusi agraria. Revolusi agraria merupakan revolusi yang memfokuskan pada pengolahan lahan pertanian secara maksimal. Pada pertengahan abad 18, terjadi gerakan  pemagaran yang dianggap sebagai gerakan revolusi agraria. Gerakan tersebut menguntungkan bagi para petani besar yang memiliki lahan yang luas karena dapat mengolah lahannya sendiri dengan maksimal, namun gerakan ini tidak menguntungkan golongan petani kecil karena pada akhirnya petani kecil tidak dapat bertahan dan akan  menjual lahanya pada petani besar.

Meskipun tidak memihak petani kecil sistem ini sangat dibutuhkan oleh inggris pada masa tersebut. Terbukti dengan diterapkannya sistem ini produksi pertanian dan peternakan meningkat, serta jumlah penduduk inggris dan wales meningkat yang awalnya 6 juta menjadi 9 juta. Meningkatnya laju pertumbuhan sangatlah penting karena dapat mendorong peningkatan produksi suatu Negara. Dengan begitu revolusi agraria pada masa tersebut memang dibutuhkan oleh inggris.

Akibat yang ditimbukan oleh revolusi agraria adalah ditemukan teknik unsur kimia untuk pertaniaan yang diciptakan oleh Von Leibig. Dengan pemupukan yang mengandung unsure kimia tanah menjadi lebih subur dan tanaman pangan yang dihasilkan lebih banyak. Jelas ini sangat menguntungkan produksi pangan dapat berlipat ganda dengan ditemukannya pemupukan tersebut.

Baca Juga : Tahap-tahap Revolusi Industri Abad 18 dan Abad 19

Tahap Tahap Revolusi Industri Abad 18 Sampai Abad 19

Revolusi Pertekstilan

penemuan mesin pemintalan yang mendorong revolusi pertekstilan dan juga revolusi pertekstilan inilah yang mendorong terjadinya revolusi industri. Pada awalanya untuk memintal dibutuhkan banyak tenaga kerja dan hal ini dinilai tidak efisien, mengingat permintaan pasar terus meningkat seiring dengan berkembangnya teknologi.

John Kay of Bury telah menemukan pengganti perkakas tenun manual dengan menggunakan mesin yang pertama, akibatnya pada tahaun 1700, produksi teksil terbesar dan terkenal adalah inggris. Penemuan mesin tersebut membuat produksi tektil diingris mengalami peningkat selain itu mesin tersebut dapat memproduksi lebih cepat daripada alat sebelumnya yang membuat produksi meningkat dan inggris menjadi sangat terkenal.

Pada awalnya pabrik-pabrik tekstil dibangun di tepi sungai deras dikarenakan pada masa itu mesin-mesin yang digunakan sangat bergantung dengan tenaga air sebagai penggeraknya. Namun setealah penemuan mesin uap, pabrik dapat didirikan dimanapun. Karena mesin uap menggunakan batu bara sebagaibahan bakarnya. Hal ini membuat produksi menjadi lebih efektif dan efisien. Produksi menggunakan mesin uap juga lebih cepat dibandingkan dengan menggunkan mesin tenaga air.

Cotton gin, yaitu mesin pemisah biji kapas dan memudahkan kapas tampak lebih putih, mesin ini ditemukan oleh James Hargreave, Richard Arkwright, dan Elie Whitney. Penemuan tersebut membuat produksi tektil berkembang pesat. Sejak menggunakan mesin tersebut produksi menjadi lebih cepat dan berlipat ganda daripada sebelumnya. Hal tersebut membuat produksi kapas melonjak tajam dan mesin tersebut dapat menghasilkan ratusan pound kapas bersih dalam sehari.

Revolusi Transportasi

pengangkutan barang pada pertengahan abad 18 sangatlah lamban dikarenakan buruknya kondisi jalan-jalan. Padahal jalan-jalan tersebut sangatlah penting untuk pendistribusian barang-barang hasil produksi mereka. akibat dari prasarna yang tidak mendukung tersebut pengangkutan barang-barang menjadi terhambat dan pasokan bahan mentah juga mengalami kendala.

Kaum industralis yang paling merasakan dampak dari sarana dan prasana yang tidak mendukung kegiatan perindustrian. Hal tersebut yang mendorong perusahaan menbuat  Turnpike Actsfc. Turnpike Actsfc adalah undang-undang yang member wewenang kepada para tuan tanah dan usahawan yang berniat untuk membangun dan  memelihara jalan-jalan, serta memungut biaya dari orang yang menggunakan jalan tersbut.

Dengan diberlakukannya undang-undang tersebut jalan-jalan mulai membaik. Baru pada awal abad 19 baru pembangunan sarana dan prasarana mulai dikerjakan dengan baik.seperti dibangunnya jalan-jalan yang tahap terhadap segala cuaca, lalu percobaan dengan menggunakan kapal-kapal yang digerakan oleh mesin bertenaga uap. Setalah itu kereta api pertama juga diuji coba dengan hasil yang memuaskan.

Penggunaan mesin uap pada alat transportasi membantu perkembangan industri di Inggris. Industri Inggris mengalami perkembangan yang sangat cepat dan inggris menjadi lebih maju. Barang-barang hasil produksi maupun bahan baku dapat diantar kemanapun, selain itu biaya yang dekeluarkan lebih murah.

Revolusi Pengolahan Besi dan Batu Bara

Tahun 1760, penambngan besi masih manual. Hal ini diilai tidak efisien dan hasilnya juga kurang maksimal. Sementara itu pada abad 18 batu bara menjadi barang tambang penting karena untuk meleburkan besi membutuhkan batu bara. Batu bara dinilai lebih efektif serta sebagai pengganti bahan bakar yang menggukan kayu. Selain merusak hutan kau juga tidak seefektif batu bara dalam peleburan besi. Orang pertama yang menemukan hal tersebut adalah Abraham Darby..

Penggunaan batu bara sebagai pengganti kayu dinilai lebih murah dan dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Penemuan Darby kemudian disempurnakan oleh dua insinyur mesin. Yakni John Smeaton (1724-1792) dan Henry Cort (1740-1800), mereka menemukan proses baru yaitu yaitu puddling (genangan air).

Berkat penemuan tersebut produksi besi terus mengalami peningkatan. Dan Inggris mulai dikenal sebagai penghasil besi dan baja dengan kualitas tinggi. Selanjutnya Industrialisasi ini meluas ke kontinen, bahkan sampai Amerika Utara.